Laporan Kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang
Nama Pelapor : Joko Setiyo (Kepala Bidang Ekonomi Kreatif )
Nama Kegiatan : Monitoring dan Pemantauan Nataru pada Obyek Wisata di Lumajang
Waktu Pelaksanaan : 28-12-2025
Tempat / Lokasi Kegiatan Tirtosari
Peserta : - Tim Dinas Pariwisata:
1. Joko (Kabid Ekraf) Koordinator
2. Agus W (Destinasi)
3. Surya Aji (Pemasaran)
4. Ngadi (Sekretariat)
Pengelola Obyek: Pemandian Alam Tirtosari: 5 org
Latar Belakang : Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan salah satu periode dengan tingkat kunjungan wisatawan yang meningkat signifikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kepadatan pengunjung, risiko keselamatan wisatawan, kebersihan lingkungan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung wisata. Pemandian Alam Tirtosari Kecamatan Candipuro menjadi salah satu destinasi yang banyak diminati masyarakat karena keindahan alam dan fasilitas pemandian alaminya. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan monitoring sebagai upaya pengawasan dan evaluasi guna memastikan pelaksanaan pelayanan pariwisata berjalan dengan aman, tertib, nyaman, dan sesuai dengan standar yang berlaku selama masa libur Nataru.
Tujuan : - Memantau kondisi dan kesiapan obyek Pemandian Tirtosari selama masa libur Nataru.
- Menilai penerapan aspek keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan bagi pengunjung.
- Memastikan koordinasi antara pengelola obyek wisata dengan pihak terkait dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan wisatawan.
- Menghimpun data dan informasi pengunjung sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pengelolaan destinasi wisata ke depan.
Pelaksanaan Kegiatan : Tim Dispar melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan pengelola
Hasil Kegiatan : - Obyek Pemandian Alam Tirtosari
terpantau dalam kondisi aman dan kondusif selama masa libur Nataru.
- Jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan, namun masih dapat dikendalikan oleh pengelola dengan baik.
- Sarana dan prasarana pendukung wisata, seperti area parkir, jalur akses, fasilitas umum, serta area pemandian, berfungsi dengan cukup baik.
Catatan Tambahan : Pengembangan obyek wisata, sarpras dan inovasi pelaku UMKM belum bisa optimal karena terkendala keterbatasan anggaran.